aktaduma.com, Atambua- Lapor Pak presiden Prabowo Subianto Program Indonesia Pintar (PIP) yang sejatinya menjadi penopang pendidikan bagi siswa kurang mampu, justru diduga dijadikan ajang “Pemotongan” di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Bina karya (Bingkar) Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.
Dari informasi yang didapat dari salah satu murid SMA Bingkar yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan adanya pemotongan dana bantuan PIP yang semestinya diterima utuh oleh siswa sebesar Rp 1.800.000 ribu per anak dipangkas Rp 1.300.000.
“Kami terima satu juta delapan ratus, saat pengumuman disekolah ada 40 siswa yang terima jadi semua dipotong satu juta tiga ratus ribu yang katanya untuk bayar uang sekolah,” ujar salah satu murid SMA Bingkar.
Menurutnya sudah 17 rekening yang diambil oleh oknum bendahara sekolah “Ibu Yuta” dan diberikan ke murid hanya lima ratus ribu.
Ironisnya, potongan itu dilakukan dengan berbagai dalih administrasi dan kegiatan sekolah.
Salah satu wali murid mengaku kecewa karena menurutnya bantuan itu buat anak-anak, bukan buat sekolah dan lembaga tapi ternyata dipotong oleh diduga bendahara sekolah Ibu Yuta dan mengbil rekening milik para murid yang menerima PIP.
Hingga berita ini disiarkan, media ini masih menunggu mengkonfirmasi oknum bendahara sekolah SMA Bingkar maupun pihak sekolah.

