aktaduma.com,Atambua- Heboh dengan oknum yang diduga minta jatah proyek atas nama Bupati Belu diduga fitnah oleh Carlos Herlinton Sikone, seorang ASN yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Kepemudaan dan Olahraga Dinas P&K Kabupaten Belu.
Kepada media ini NN membantah keras tuduhan permintaan proyek. Sementara komunikasi tersebut murni dipicu oleh persoalan administrasi keuangan terkait kegiatan ETMC di Ende, di mana ia menjabat sebagai Wakil Ketua PSSI Kabupaten Belu.
”Saya menanyakan pencairan anggaran karena kami di Ende menggunakan uang pribadi selama 19 hari dan menanggung banyak utang biaya makan serta penginapan,” jelas NN.
Terkait ucapan kasar dan ajakan duel, NN mengaku hal tersebut spontanitas akibat emosi sesaat karena teleponnya tidak diangkat oleh Carlos.
“Saya tidak perna mengancam dia. Kalo mengajak dia duel itu ia. Karena saya kesal waktu telpon dia pada saat di Ende dia tidak angkat. Padahal pada saat saya telpon dia buat story. karena ada hal penting yang saya harus bicara ke dia tentang dana Persab Belu yang belum juga cair sedangkan kami sudah 19 hari di Ende. Dan sudah banyak utang makan dan penginapan.” Kata NN.
Ditanya soal minta proyek atas nama Bupati Belu NN menjelaskan,”Soal minta proyek saya sama sekali tidak minta proyek ke dia. Saya menanyakan karena mereka berbicara ke luar kalo saya ada kerja proyek. padahal saya sama sekali tidak kerja proyek.”
Menurut NN, mengenai laporan mereka jika memang terbukti dirinya siap diproses.
“Saya siap di proses jika saya salah, bukan mreka menggunakan akun palsu dan lain-lain di media. kalo oknum ASN itu merasa di rugikan, kan dia sudah lapor tinggal menunggu saya prosesnya,’ ucap NN.
NN secara tegas menolak tuduhan adanya ancaman maupun permintaan proyek. Ia menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan hukum untuk membuktikan kebenaran.
Selain itu saksi lain mengatakan selama kegiatan ETMC di Ende berlangsung anggaran digunakan dengan uang pribadi dan sudah berkomunikasi dengan ketua Askab Belu.
Namun setelah kembali, ditelpon maupun didatangi Carlos selalu beralasan untuk ditemui untuk mengurus anggaran yang dipakai selama kegiatan ETMC di Ende.
“Kami bersama NN saat di Ende mengunakan uang pribadi dan NN selaku wakil ketua Askab telah berkomunikasi dengan ketua Askab yang saat itu tidak hadir jadi setelah balik dari kegiatan kita mau urus itu tapi mau ketemu Carlos itu susah sekali, banyak alasan ditelpon juga tida angkat, bahkan setelah ditelpon malah asik buat story di wa, itu kan kurang ajar.” Jelas salah satu saksi yang tidak mau menyebutkan namanya.

