aktaduma.com, Atambua- Kebun Jane Natalia Suryanto yang berlokasi di Desa Fatubaa, Kecamatan Tasifeto Timur (TasTim), Kabupaten Belu selain menanam pohon tomat dan lombok (ToLo) diisi juga dengan hidroponik.
Lahan seluas kurang lebih 12 hektare tersebut terdapat juga sayur mayur baik ditanam di bedengan maupun hidroponik.
Namun yang diunggulkan adalah tanaman ToLo, pisang kavendis, pepaya red lady dan berbagai jenis varian semangka.
Menurut Jane Natalia, hidroponik adalah percontohan bagi petani di Belu dari kota-kota yang berada di pulau Jawa.
“Hidroponik sendiri media tanamnya tanpa menggunakan tanah, hanya menggunakan air. Sistem ini juga dapat menghemat air dan lahan.” Kata Jane Natalia Suryanto, Rabu (10/12/2025).
Menurut Jane Natalia metode yang dipakai dalam hidroponik dapat memberikan contoh bagi masyarakat Belu.
Beralih ke tanaman ToLo yang totalnya puluhan ribu pohon, Jane Natalia mengaku jika penjualannya langsung ke Timor Leste.
“Kami panen perdana semangka, karena mulai di tanam pada bulan Maret dan pada September kemarin sudah mulai memanen,” ujarnya.
Lanjutnya pada jenis tanaman tomat sendiri sudah panen yang ke empat bersamaan dengan lombok kecil.
“Untuk tomat dan lombok sendiri pembelinya dari Timor Leste langsung mengambil di kebun Jane, kalau soal harga kita sesuaikan di pasaran,” ungkap Jane.
Jane Natalia juga menjelaskan hingga saat ini lombok di kebun Jane Belu yang terjual sudah berkisar 3.7 ton, dan tomat sekitar 5 ton.
Untuk diketahui didalam kebun Jane Belu juga terdapat budidaya ikan dan ternak lainnya.

